Mengatasi Masalah Berat Badan dengan Starch Based Diet

Ini adalah Testimonial yang mengharukan dan menakjubkan

Ini adalah testimonial Chef AJ. Beliau adalah seorang koki vegan. Ia menceritakan perjuangan seumur hidupnya menghadapi kegagalan demi kegagalan dalam menurunkan berat badannya. Ia menceritakan penghinaan yang dilakukan oleh anak-anak di sekolah, anggota keluarganya, juga bercerita tentang penyakit-penyakit yang ia derita karena pola makannya yang salah. Ada sebuah cerita yang menarik dimana Chef AJ terdiagnosa dengan polip di dalam ususnya, ia memutuskan untuk menjalankan vegan diet dan polip di dalam ususnya hilang setelah 3 bulan. Namun diet ini tidak bisa menurunkan berat badannya. Pada akhirnya dia bertemu dengan seorang dokter untuk makan-makanan yang berkanji. 

Begitu juga Penn dari Penn & Teller

Penn berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 103 pounds (Kira-kira 45 kg) dengan memilih makanan-makanan yang berkanji juga.

Berikut ini adalah seminar yang diberikan oleh dokter McDougall, yang menganjurkan cara makan ini.

 

Apabila anda bertanya mengapa selama ini kita tidak pernah mendengar tentang Dokter McDougall sedangkan dia telah membantu orang selama puluhan tahun? Dr McDougall sering ditolak dari tempat seminar yang membahas Obesitas. Mengapa? Karena Dr McDougall mengatasi obesitas tanpa obat atau perawatan. Oleh karena itu tidak ada perusahaan yang mau mempromosikan beliau.

Berikut ini adalah testimonial dari Hannah yang mengikuti Starch based diet. (Amati dimana Hannah mengatakan bahwa dia mengikuti Starch Solution yang merupakan program pendidikan John McDougall)

Sekarang Hannah menunjukan orang lain cara-cara untuk hidup sehat.

Mengenai GMO

Apakah anda sering mendengar mengenai GMO (Genetically Modified Organism)?

Tanaman yang disebut GMO, merupakan sejenis tanaman yang sudah dirubah genetiknya oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Permasalahan terbesar dengan GMO adalah penggunaan teknologi ini, yang tidak diarahkan untuk memperbaiki mutu makanan kita, tetapi untuk mempermudah para petani untuk menanamnya. (Tahan pestisida atau memiliki pestisida di bibitnya yang bisa membunuh serangga) Permasalahan terbesar berasal dari herbisida glyphosate yang digunakan untuk tanaman GMO. 

Inilah sebabnya para pengguna GMO ini tidak ingin menaruh label di produk mereka. Di zaman modern ini, amatlah langka bagi seorang produsen untuk tidak menandai produk mereka untuk menunjukan kelebihan-kelebihan produk dibandingkan saingannya. Produk GMO rata-rata tidak memiliki keunggulan dibandingkan produk non GMO. Kebanyakan keuntungan dari produk GMO ini hanyalah ketahanan mereka terhadap herbisida seperti Glyphosate. Beberapa permasalahan yang timbul dan sedang di teliti karena herbisida ini adalah Kesuburan wanita, kecacatan dari lahir, Kanker, auto immune dan Autism.

Di Zaman modern ini, alangkah sulitnya bagi kita untuk menghindari produk GMO. Dua produk GMO yang paling tersebar luas adalah Kacang Kedelai dan Jagung. Kedua produk ini sering kali digunakan di berbagai hal dalam perindustrian makanan. Dimulai dari produksi gula, kecap, bahkan untuk makanan ternak.

Apabila anda berharap beberapa lembaga seperti USDA (United States Department of Agriculture) seharusnya sudah mengkaji penggunaan produk ini, beberapa artikel menunjukkan bahwa USDA telah berulang kali menyatakan bahwa produk pestisida maupun bibit yang digunakan yang berhubungan dengan GMO adalah aman. Banyak pihak telah menuntut USDA menunjukkan permasalahan yang diakibatkan dari penggunaan pestisida yang berlawanan dengan pernyataan USDA. USDA menyimpulkan pengurangan penggunaan pestisida akan menyebabkan kekurangan hasil dari panen yang akan menyulitkan penyediaan produk tanaman tersebut, oleh karena itu test untuk beberapa produk pestisida maupun GMO tidak dijalankan dan dianggap aman. Terus terang saja, langkah ini kami lihat seperti melindungi rumah dari maling menggunakan granat. Malingnya gagal mencuri, tetapi rumah juga hancur.

Para dokter dan petani banyak berbagi tentang pengalaman mereka dalam memilih sayur-sayuran di pasar. Mereka mengamati kebanyakan orang memilih sayur-sayuran yang sempurna, tidak banyak lubang dan layu. Pada akhirnya, produk-produk yang berlubang adalah produk yang paling aman, karena produk tersebut tidak memiliki banyak insektisida atau treatment lainnya, serangga mau memakan produk tersebut. Pada akhirnya kita harus menyadari, keinginan kita untuk mendapatkan kesempurnaan merupakan kesalahan terbesar kita.

Sudah saatnya bagi kita untuk berhenti mencari yang terbaik ketika memilih makanan. Ketika kita meminta harga termurah untuk barang yang paling sempurna di mata kita, produsen akan mencari cara untuk mencapai hal tersebut. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah cara mereka untuk memenuhi keinginan kita.

Sekarang ini masih banyak produk di tempat umum yang bersifat organik Non GMO di Indonesia. Di negara barat, hal ini sudah hampir tidak menjadi kemungkinan lagi, karena bibit GMO sudah mulai tercampur dengan Non GMO. Alangkah baiknya bagi kita untuk mulai membudidayakan produk-produk kita yang masih bervariatif dan masih aman bagi semua mahkluk hidup di dunia ini. 

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2012/08/07/genetically-engineered-foods-hazards.aspx